Soegijono

ini mungkin berguna

Pemanfaatan Bakteri Bacillus megaterium Sebagai Probiotik untuk Meningkatkan Aktivitas Enzim Pencernaan dan Respon Pertumbuhan Udang Vannamei (Litopenaeus vannamei)

Posted by soegijono pada 02

Pakan merupakan faktor utama peningkatan pertumbuhan udang namun merupakan faktor produksi yang paling mahal (sekitar 50-60%) sehingga perlu adanya efisiensi dan penggunaan maksimal dari bahan pakan. Salah satu cara untuk meningkatkan efisiensi pakan adalah dengan menggunakan probiotik.

Fungsi probiotik dalam pakan adalah dapat mendegradasi dan memecah bahan dan komponen pakan yang tidak tercerna melalui peningkatan enzim protease.  Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui jenis-jenis kandidat probiotik pada media budidaya tambak udang vannamei dan mengetahui konsentrasi probiotik pada pakan yang menghasilkan kelulushidupan, aktivitas enzim pencernaan dan respon pertumbuhan yang terbaik pada udang vannamei.

Bakteri probiotik diisolasi dari media budidaya tambak intensif di Gresik.  Dari empat (4) bakteri yang dapat diisolasi (Bacillus megaterium, Bacillus firmus, Pseudomonas stutzeri dan Actinobacciluus sp) dipilih bakteri Bacillus megaterium karena memiliki beberapa keunggulan diantaranya : 1. memiliki daya hambat tertinggi (18.317mm), memiliki enzim ektraseluler bakteri yang lengkap (protease, amilase dan lipase) serta pertumbuhan bakteri Bacillus megaterium yang cepat (optimum pada jam 18 jam).

Dalam penelitian ini Bacillus megaterium yang didisolasi dari media budidaya tambak intensif dicampurkan dalam pakan dengan konsentrasi yang berbeda (104 -107 sel/gram dan sebagai kontrol digunakan pakan tanpa probiotik.  Pakan yang digunakan adalah pakan komersial (SGH, Turi Tani Pemuka) dengan kandungan protein sebesar 36,61% dan feeding level 5% dengan frekuensi pemberian pakan 3 kali sehari.  Parameter kualitas air yang diamati pada penelitian ini adalah suhu, pH, oksigen terlarut, salinitas dan total ammonia.  Seluruh data yang diperoleh (kelulushidupan udang vannamei, aktivitas enzim pencernaaan, spesifik growth rate, Retensi protein, retensi energi, rasio efeisiensi protein, FCR dan data kualitas air) dianalisa menggunakan one way analysis of variance (ANOVA) dan turnkey multiple range test (minilab ver 14.00 software) dengan tingkat kepercayaan 95 %.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian konsentrasi probiotik yang berbeda tidak memberikan pengaruh yang nyata pada tingkat kelulushidupan (p>0,05). Disisi lain aktivitas enzim pencernaan (protease, lipase dan amilase) dipengaruhi oleh konsentrasi probiotik.  Konsentrasi probiotik juga memberikan pengaruh yang signifikan terhadap respon pertumbuhan (SGR, RP, RE, PER) dan FCR.

Sorry, the comment form is closed at this time.

 
%d blogger menyukai ini: